Tampilkan postingan dengan label pend dan kesehatan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pend dan kesehatan anak. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2016

6 Tips Menjadikan Anak Gemar Membaca

Sebagian besar dari pendidikan awal anak-anak berhubungan dengan kemampuan membaca, mulai dari belajar ABC sampai kepada belajar suku kata. Tetapi membaca – dari belajar membaca sampai menjadi keranjingan membaca – lebih dari apa yang diajarkan di sekolah.  Kebiasaan membaca dimulai dari rumah. Orang tua memegang peran utama  dalam menjadikan anak-anaknya gemar membaca.

Milikilah buku di rumah

Hanya dengan tindakan sederhana seperti memiliki buku di rumah dapat mengatakan kepada anak-anak sejak dini bahwa membaca adalah penting. Biarkan mereka membuka-buka halaman buku dan memahami kata-kata pada buku tersebut. Pastikan bahwa buku-buku untuk anak mudah diakses dalam rumah Anda.
Anak-anak yang belum dapat membaca biasanya sangat bersemangat untuk belajar membaca karena hal itu menggerakan mereka untuk dianggap sebagai anak yang lebih besar. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mengatur strategi bagaimana membuat anak-anak senang membaca.
Salah satu startegi adalah dengan menyediakan bahan-bahan bacaan yang menarik minat anak. Misalnya, bila anak Anda senang dengan Dinosaurus, biarkan mereka membaca atau setidaknya “pura-pura” membaca cerita jaman prasejarah. Bila mereka tertarik dengan cerita tersebut, mereka akan lebih mendorong diri mereka sendiri untuk memahami cerita itu.

Luangkan waktu setiap hari

Luangkan waktu setiap hari untuk membaca bersama anak Anda, dan tidak hanya sebelum tidur. Buatlah membaca sebagai hal rutin yang dilakukan setiap hari. Kumpulkanlah buku-buku favorit anak dan bergantianlah membaca halaman-halaman buku dengan anak Anda.  Anda dapat berdiskusi dengan anak Anda setelah membaca buku tersebut. Dengan melakukan hal ini setiap hari anak-anak akan mendapatkan manfaat dari hubungan yang stabil dan kecintaan untuk membaca.

Jadilah panutan

Bila Anda menginginkan anak Anda gemar membaca, maka Andapun harus memberikan contoh kepada mereka. Kita tahu bagaimana anak senang meniru apa yang orang dewasa katakan atau lakukan. Dan bila anak Anda melihat bahwa Anda asyik dengan buku Anda, merekapun akan cepat menirunya.

Membaca tidak hanya dari buku

Jika Anda bepergian bersama keluarga, adakanlah permainan kata di dalam mobil. Ajak anak untuk membaca sebanyak-banyaknya kata yang dapat ditemukan di papan iklan, nama toko, nama jalan, dsb. Hal ini akan menjadi latihan yang sangat menyenangkan untuk membaca walaupun yang dibaca bukanlah buku. Doronglah anak untuk membaca apapun, bahan-bahan dan cara penyajian yang ada di kemasan makanan atau minuman, majalah, komik, atau situs-situs web yang baik untuk anak-anak. Ini akan membantu anak untuk mengolah dan memahami informasi dari apa yang telah mereka baca.

Kunjungilah perpustakaan

Seringkali orangtua membantu memilih dan membatasi jumlah buku yang akan dibaca dan dibeli oleh  anak di toko buku karena masalah uang. Perpustakaan adalah jalan keluar yang terbaik. Ajaklah anak ke Perpustakaan. Pilihlah buku untuk diri Anda sendiri dan biarkan anak juga memilih sendiri buku yang ingin mereka baca. Jangan mengkritik buku yang ingin mereka baca. Bisa jadi anak Anda akan memilih buku karena tertarik pada gambarnya dan tidak membaca keseluruhan isi buku. Dengan mengajak anak ke perpustakaan dapat mengajarkan kepada anak juga rasa tanggungjawab terhadap buku. Anak akan menjaga buku tersebut dan mengembalikan ke perpustakaan dalam kondisi baik.

Buku sebagai hadiah

Memberi hadiah pada waktu ulang tahun atau kesempatan-kesempatan lainnya adalah saat yang tepat untuk mempromosikan kegemaran membaca. Jadikanlah buku sebagai hadiah.  Bungkuslah buku secara menarik dengan kertas kado dan pita. Semakin antusias Anda, semakin anak menghargai hadiah yang mereka terima. Tulis pesan pribadi Anda di balik sampul buku sehingga anak Anda akan mengerti bagaimana berartinya buku tersebut untuk Anda. Dan bila anak Anda menerima buku sebagai hadiah, simpanlah buku tersebut di tempat khusus. Terutama di usia muda, anak-anak tertarik pada apapun yang menjadi milik mereka sendiri.
Jangan lupa untuk memberikan hadiah berupa buku juga untuk teman-teman anak Anda yang berulang tahun. Hal ini akan menunjukkan kepada anak Anda betapa berharganya sebuah buku.
sumber : klik disini

Bagaimana Mengajarkan Anak Mempunyai Ketrampilan Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif adalah kemampuan untuk menyatakan apa yang kita inginkan, rasakan dan pikirkan kepada orang lain tanpa menyakiti perasaan dan menghormati hak-hak orang lain. Berikut adalah cara-cara bagaimana orang tua dapat mengajarkan anak untuk mempunya ketrampilan komunikasi asertif.
  1. Ajarkan anak mengemukakan pendapat. Anak yang dapat berbicara untuk dirinya sendiri dan orang lain akan menyadari bahwa ketegasan dapat menciptakan perubahan yang mereka inginkan.
  2. Ajarkan anak untuk melepaskan diri dari kelompok. Anak asertif tidak akan mudah terintimidasi dan percaya bahwa mereka bisa dan tidak harus membuat orang lain senang. Mereka tidak mudah terpengaruh karena sudah mempunyai banyak kesempatan untuk menguji keyakinannya sendiri. Orang tua dari anak asertif dapat membantu mereka untuk mengerti mengapa mereka percaya sesuatu akan dapat diterima atau tidak dapat diterima.
  3. Ajarkan anak bagaimana cara membiarkan orang lain memimpin. Anak asertif tidak selalu harus menjadi pemimpin karena mereka mempunyai kepercayaan diri di berbagai aspek. Mereka mengerti bahwa kadangkala situasi akan dapat mendatangkan keuntungan bila mereka bertindak sebagai pemimpin sementara pada situasi lainnya lebih baik bila mereka bertindak sebagai pengikut. Contohnya, Dino senang bermain sendiri di kamarnya sehabis pulang sekolah, sementara adiknya Dita juga senang bermain bersama Dino. Dino membutuhkan waktu untuk berpikir apakah dia akan bermain dengan Dita atau bermain sendiri. Dino lalu memutuskan bahwa dia akan meluangkan waktu bermain dengan Dita karena ia menghargai Dita sebagai adiknya, tetapi Dino juga akan meluangkan waktu untuk bermain sendiri karena ia juga menghargai kebutuhannya.
  4. Doronglah anak-anak untuk mencoba hal-hal baru. Anak asertif tidak akan takut terhadap perubahan. Mereka senang mencoba hal-hal baru atau melakukan hal-hal yang berbeda. Mereka tidak takut gagal atau malu karena mereka tahu bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk belajar.
  5. Ajarkan anak-anak untuk melindungi privasinya. Anak asertif menghargai privasi, mereka mengerti pentingnya mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam kamar orang lain. Mereka juga mengharapkan orang lain menghargai privasi mereka dan menerima konsekuensi bila privasi mereka dilalui.
  6. Ajarkan anak untuk mengatakan “TIDAK”. Anak asertif mengerti bahwa mereka mempunyai hak untuk mengatakan “TIDAK”. Mereka juga menghargai hak orang lain untuk mengatakan “TIDAK”.
  7. Ajarkan anak bagaimana cara untuk meminta bantuan. Kunci dari komunikasi asertif adalah tahu kapan dan bagaimana cara untuk meminta bantuan. Anak asertif tidak kuatir untuk terlihat bodoh, bingung atau salah tangkap sehingga mereka akan meminta bantuan ketika mereka tidak yakin akan sesuatu. Anak asertif telah diajarkan untuk berfokus mencari solusi daripada berfokus pada masalah.
  8. Perbolehkan anak untuk berubah pikiran. Anak asertif mengerti bahwa mereka mempunyai hak untuk berubah pikiran dan tidak merasa bersalah akan hal tersebut. Contohnya, Tono dan Dino pergi ke Dufan untuk naik Halilintar. Setelah melihat secara langsung Dino mengubah pikirannya untuk tidak naik Halilintar. Ketika Tono mengejek Dino dan mengatakannya penakut, Dino tidak merasa kecil hati karena Dino tahu bahwa ia mempunyai hak untuk mengubah pikiranya.
  9. Ajarkan anak untuk mengerti potensi bahaya. Anak asertif tidak mudah di-bully karena mereka mengerti akan perilaku yang menyakitkan dan mengatasinya dengan cepat. Anak asertif dapat membela temannya yang mendapat perilaku bully. Orang tua dari anak asertif mengajarkan mereka bahwa semua manusia memiliki nilai dan harus diperlakukan dengan hormat dan baik.
sumber : klik disini

Strategi Berkomunikasi Yang Baik Antara Orang Tua Dan Anak Di Usia 5 – 12 Tahun

Strategi  Berkomunikasi Yang Baik Antara Orang Tua Dan Anak Di Usia 5 - 12 TahunSetiap orang tua pasti menginginkan untuk dapat berkomunikasi yang baik dengan anak – anaknya. Disaat anak butuh tempat curhat, orang tua pastilah ingin selalu menjadi orang pertama yang dituju oleh anak – anaknya. Orang tua harus bisa berkomunikasi dengan baik dan dapat menjadi sumber informasi untuk  anak – anaknya . Terutama saat anak beranjak remaja, dimana masa – masa tersebut adalah masa pencarian jati dirinya, maka orang tua harus selalu siap untuk berdiskusi dengan anak untuk menjadi sumber masukan terbaik mengenai masalah yang sedang dihadapi anak.
Setiap anak akan melewati beberapa fase dalam kehidupannya, dan orang tua juga pastinya perlu menerapkan perlakuan berbeda pada setiap fase pertumbuhan anak. Di era globalisasi saat ini, dimana zaman sudah sangat  berubah, orang tua pun dituntut untuk terus belajar dan memahami perkembangan anak. Karena pastilah didikan dimasa orang tua kecil dulu belum tentu tepat untuk diterapkan pada anak di masa sekarang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi saat ini sangat mempengaruhi gaya hidup manusia dalam kehidupan.Deras nya arus globalisasi telah  merubah gaya hidup dan komunikasi manusia.
Strategi  berkomunikasi yang baik antara orang tua dan anak di usia 5 – 12 tahun  adalah menghindari kekerasan secara verbal dan fisik. Orang tua harus dapat berbicara dengan halus dan tidak menggunakan kata – kata kasar atau berteriak. Serta tidak melakukan kekerasan fisik pada anak, seperti memukul, mencubit dan sejenisnya..
Lingkungan keluarga adalah contoh pertama yang akan dilihat dan diikuti anak pada masa tumbuh kembangnya. Orang tua lah yang akan menjadi contoh awal pembentukan karakter anak. Strategi  berkomunikasi yang baik antara orang tua dan anak di usia 5 – 12 tahun ini diperlukan pemahaman orang tua  untuk  dapat memahami perkembangan anak dijaman modern ini dimana arus informasi dan kebudayaan sangat berbeda dengan jaman orang tua saat kecil dahulu.Peran orang tua sangat penting dalam perkembangan anak dan untuk menjauhkannya dari hal – hal negative dalam kehidupannya.Orang tua dituntut untuk memahami sifat dan karakter anak yang mulai berkembang dalam pembentukan kepribadian dan karakternya.Akan sangat baik apabila orang tua dapat mengikuti cara berkomunikasi yang disukai oleh anak.
Jangan memaksakan anak mengikuti kemauan orang tua, gunakanlah gaya bicara yang bisa diterima dan dipahami oleh anak. Dengan begitu, anak akan merasa dekat dengan orang tua dan pada akhirnya akan dengan senang hati mengikuti nasihat dan harapan orang tua.
Sebagai orang tua kita harus terus belajar memahami perkembangan dan cara komunikas yang baik dengan anak. Perbanyaklah mengikuti pelatihan  – pelatihan parenting untuk mengembangkan wawasan untuk berkomunikasi yang baik dengan anak.Dengan demikian orang tua pun akan terus memiliki strategi yang tepat dalam berkomunikasi dengan anak yang pastinya sangat bermanfaat untuk masa depan sang anak itu sendiri.
sumber : klik disini

26 Mei 2016

Sering Ajak Bayi Bermain, Pengaruhi Perkembangan Otak

by  ·

Tak banyak disadari bahwa kebiasaan orang tua sering ajak bayi bermain, pengaruhi perkembangan otak bayi. Hal ini karena kegiatan bermain yang dilakukan dengan bayi dapat merangsang perkembangan otak bayi tersebut.
Hanya saja, pemilihan permainan memang dapat untuk disesuaikan dengan usia dari si bayi. Permainan yang sederhana namun sudah dapat untuk merangsang motorik dan kognitif dari si bayi.
Hal ini akan menjadi sebuah media pembelajaran yang amat menarik bagi si anak. karena ketika si bayi sedang bermain, ia tak akan merasa bahwa dirinya sedang belajar dan mengembangkan kemampuan otaknya. Yang dirasakan adalah sedang di dalam permainan, namun hal menyenangkan ini sudah memberikan pengaruh yang positif.
Sering ajak bayi bermain, pengaruhi perkembangan otak. Ya, Ada dua jenis permainan yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan usia si bayi, keduanya yaitu:
  1. Permainan gerak sederhana. Pada jenis permainan ini, tak membutuhkan banyak alat untuk bermain. Ibu atau orang tua hanya perlu untuk mengajak bayi bergerak dan permainan dapat dimulai. Contohnya adalah bermain petak umpet, tepuk dan gaya, serta gerak dan tebak. Jenis permainain ini dapat membantu otak bayi untuk menciptakan ekspresi yang tepat dari apa yang telah dipahaminya.
  2. Permainan dengan alat main. Sebut saja, puzzle atau lego. Orang tua dapat menyiapkan hal ini dan mengajak anak untuk bermain dengan dua hal ini. bayi akan mulai untuk mengekspresikan ide dan pemahaman dalam otaknya melalui bentuk fisik yang nyata.
Orang tua dapat ikut serta dan kemudian memberikan tambahan pemahaman kepada anak melalui jenis permainan ini.
Jenis permainan lain yang dapat dilakukan oleh si anak adalah permainan yang mengeluarkan energi seperti gerakan tertentu. Anak dapat bermain mobil-mobilan,merangkak seperti menjadi kuda-kudaan dan beberapa permainan yang lain. Hal ini dapat untuk merangsang perkembangan sensor motorik anak dengan lebih baik, dan tentunya akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan otak secara keseluruhan.
Sering ajak bayi bermain, pengaruhi perkembangan otak bayi dan hal ini dapat dilakukan dengan melakukan permainan yang sederhana antara bayi dan orang tua. Menyenangkan bukan?
sumber : klik disini

Membiasakan Membaca Sejak Bayi

bayi-membaca-bukuKita sebagai Orangtua harus membiasakan membaca untuk bayi ketika mereka akan tidur karena dengan membaca bisa membantu perkembangan saraf motorik bayi. Bayi belajar dengan kecepatan yang ringan dan dapat memahami kata-kata yang baru mereka dengar. Bayi Anda akan belajar membaca atau melihat gambar dengan waktu yang sama ketika mendengar Anda membacakan cerita. Hal ini juga akan membangun interaksi antara Anda dan bayi untuk selalu dekat.
Buku-buku dengan gambar yang cerah dan beraneka ragam bentuk akan membantu mereka untuk lebih mengerti akan lingkungan sekitarnya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bayi yang dibiasakan membaca atau melihat dan mendengarkan cerita akan lebih mampu menyerap pelajaran ketika mereka sudah mulai sekolah. Mereka akan membaca dengan suara keras dan berani untuk tampil di depan kelas.
Bayi Anda bisa baca!! Anak-anak belajar terbaik ketika indera mereka terlibat dalam belajar. Dengan membaca sejak bayi maka kosakata bayi Anda ketika berusia 3 tahun akan lebih banyak daripada bayi pada umumnya. Usahakan membaca berulang-ulang ketika mereka sedang santai sehingga daya ingat mereka akan lebih bagus.
Membiasakan membaca sejak dini akan membangun kehidupan intelektual bayi Anda. Belajar membaca adalah salah satu tonggak penting dalam tumbuh kembang bayi.
sumber : klik disini
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | OSN Fisika, FB Media Belajar